Welcome to my blog temans.... Jangan lupa tinggalkan comment yaa...

Aliran rasa tantangan think creative

Sabtu, 25 November 2017
0 comments


Pada tantangan ini yang benar-benar menantang adalah membiarkan anak untuk mengeksplorasi apa yang dia suka  selama tidak membahayakan dan menggali aktivitas apa yang bisa kami lakukan bersama-sama dengan gembira. 

Selama ini kami agak overprotective pada hafidz, sehingga tanpa kami sadari membatasi ruang geraknya dan kreativitasnya. Kami juga sering mati gaya untuk menemukan aktivitas yang bisa kami lakukan dengan enjoy bersama-sama.

Dengan adanya tantangan ini, saya menemukan banyak hal yang tak terduga ketika saya melonggarkan level overprotective saya. Seperti ketika kami melihat lokomotif di stasiun. Hafidz keukeuh menggandeng saya untuk mencari lokomotif. Ketika kami berdua menemukannya banyak hal yang bisa kami pelajari dan ternyata pengalaman itu membekas dalam ingatan hafidz.

Setelah melalui tantangan ini, saya dan hafidz juga merasakan adanya bonding yang lebih kuat diantara kami. Ketika saya bingung melakukan aktivitas apa bersama hafidz, saya bersungguh-sungguh membersamainya dan akhirnya ide pun muncul. Kami bermain drama boneka sebelum tidur, kami mencuci baju bersama, memasak bersama, membuat jus bersama. Sampai-sampai hafidz selalu apa-apa maunya sama bunda. Padahal sebelumnya sama mbah2nya mau.

#aliran rasa
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#Thinkcreative

Baca selengkapnya »

Think Creative Bunda (10)

Selasa, 14 November 2017
0 comments

Saya yang akhir-akhir ini menyadari bahwa saya belum bisa sepenuhnya menjadi teman main hafidz. Saya masih belum bisa masuk kedalam pemikiran hafidz. Saya belum bisa maksimal membersamai hafidz. Saya masih kalah dengan rasa malas untuk membuatkan hafidz mainan dari tangan saya sendiri. Yaa Allah, begitu banyak yang harus hamba perbaiki sebelum terlambat.

Saya berniat untuk bisa menjadi ibu yang lebih baik buat hafidz. Ibu yang selalu ia rindukan. Maka, mulai hari ini saya berusaha untuk membersamai hafidz dengan sepenuh hati.

Ketika hafidz sudah masuk waktunya tidur siang, kami bermain role play sebelum tidur. Saya mengisi suara boneka-bonekanya hafidz seolah-olah mereka adalah teman-temannya. Dengan ide sederhana tersebut ternyata berhasil membuat hafidz ketagihan. Ia ingin terus bermain bersama boneka-bonekanya dan menginginkan saya yang menemaninya tidur.

Puncaknya ketika tadi hendak tidur, tiba-tiba ia mencium pipi saya. Mata saya tiba-tiba basah. Saya terharu. Disini bunda belajar bahwa ketika kita menghadirkan hati kita dalam membersamai anak kita, ia pun akan memberikan hatinya pada kita. Bunda juga belajar bahwa anak itu peka. Sedikit perubahan yang diniatkan untuk menjadi ibu yang lebih baik ternyata tertangkap olehnya.

Yaa Allah terima kasih atas semua nikmatMu. Bimbinglah hamba agar hamba bisa terus membersamai anak hamba sesuai dengan ketentuanMu. I Love You karena Allah Anakku...

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (9)

0 comments


Alhamdulillah hari ini Bunda diberikan kesempatan untuk lebih banyak membersamai Hafidz. Kami banyak melakukan aktivitas bersama hari ini.

Hafidz yang masih dalam proses toilet training, kadang sukses pipis dan pup di kamar mandi, kadang masih kelepasan. Ketika sedang main bersama bunda, Hafidz terlihat menampakkan mimik ingin pup. Lalu saya bawa ia ke kamar mandi, ternyata sudah pup duluan. Saya kemudian menceboki Hafidz dan sekaligus mencuci celana-celana hafid bekas ompol & pup.

Ketika Bunda sedang mencuci, Hafidz terlihat excited sekali dan berkeinginan untuk membantu Bunda. Waah, ide yang cemerlang ini untuk bisa mengajari Hafidz mencuci baju. Saya arahkan ia untuk mengisi ember dan melakukan gerakan mengucek seperti yang saya lakukan. Dia bersemangat sekali membantu bunda mencuci bajunya sendiri. Sampai-sampai bajunya basah semua terkena air. Langsung saya mandikan Hafidz sekalian setelah selesai mencuci baju.

Dari latihan mencuci baju tersebut saya mengharapkan Hafidz kelak menjadi anak yang mandiri. Tidak gagap ketika berhadapan dengan pekerjaan rumah tangga. Bisa menjadi suami yang turut membantu pekerjaan istri seperti Rasulullah.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (8)

Minggu, 12 November 2017
0 comments


Ketika Bunda hendak menggoreng ayam untuk makan malam, hafidz ingin melihat Bunda menggoreng. Alih-alih khawatir berlebihan hafidz terkena minyak, Bunda mengijinkan Hafidz melihat Bunda menggoreng ayam. Bunda menaburkan tepung ke dalam minyak agar minyaknya tidak meletus kemana-mana.

Dari situ banyak hal yang bisa dipelajari. Salah satunya adalah ada suatu proses yang dilakukan terhadap suatu makanan sampai makanan tersebut bisa dikonsumsi. Bunda mengajarkan Hafidz bahwa ketika menggoreng butuh api yang berasal dari kompor. Api itu panas, sehingga minyak yang untuk menggoreng ayam juga panas. Jadi, kita harus berhati-hati ketika menggoreng. Hafidz juga berkata bahwa ia melihat ada asap ketika menggoreng. Bunda bercerita bahwa asap tersebut akibat panas minyak di dalam wajan jadi timbul asap. Setelah itu Hafidz makan ayam goreng dengan lahapnya. Mungkin salah satu faktornya karena ia tahu bagaimana proses pembuatannya.

Ternyata dari aktivitas sederhana bersama anak kita bisa menggali banyak hal untuk diajarkan kepada anak. Tinggal kreativitas bunda yang berperan dalam menemukan aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak yang mengasah rasa keingintahuannya.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (7)

Sabtu, 11 November 2017
0 comments


Setelah kemarin malam Bunda membaca buku Rumah Main Anak, hari ini bunda berencana mengajak hafidz bermain meronce dan membuat bentuk menggunakan cotton buds.

Permainan meronce merupakan permainan yang baru bagi hafidz. Bunda menggunakan pita dan lidi yang di selotip dengan pita untuk memasukkan sedotan. Sedotan yang Bunda gunting-gunting berwarna-warni. Sambil meronce hafidz juga bisa belajar mengenal warna.

Setelah diajarkan bagaimana cara meronce, Hafidz yang anaknya kurang sabaran bisa langsung mencontoh. Namun, beberapa saat kemudian ia meminta saya untuk memegangi lidinya untuk memudahkannya memasukkan sedotan. Setelah sedotannya menenuhi pitanya. Kami berteriak kegirangan. Ketika diajak untuk meronce kembali ia tidak mau. Sepertinya ia sudah bosan.

Saya lanjut dengan permainan membentuk huruf dari cotton buds. Permainan ini kurang disukai oleh hafidz. Terbukti ia tidak terlalu memperhatikan arahan saya. Malah meminta cotton buds nya digunakan untuk membersihkan telinganya. Ternyata butuh effort yang lebih untuk menjadi emak kreatif yang bisa menciptakan permainan-permainan yang menarik bagi anak sehingga anak tidak bosan dan kemudian beralih ke gadget. Semangat Bunda.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (6)

Jumat, 10 November 2017
0 comments

Tadi siang ketika waktu makan tiba,  saya sudah siap dengan piring berisi makanan yang akan saya suapkan ke Hafidz. Namun, ternyata Hafidz menolak disuapi. Tanpa pikir panjang, saya langsung memberinya kesempatan untuk menyendok makanannya sendiri. Hafidz pun akhirnya mau menyendok makanannya sendiri. Masalah terselesaikan. Si kecil bisa duduk anteng fokus dengan makanannya, bunda gak perlu lagi mengejar-ngejar hafidz untuk menyuapinya.

Sebenarnya latihan untuk makan sendiri sudah saya kenalkan pada hafidz semenjak ia belum genap setahun. Hafidz pun sebenarnya menikmati aktivitas makan secara mandiri. Namun, keluarga kami masih merasa kasihan kalau hafidz disuruh makan sendiri. Akhirnya gagallah latihan makan sendiri tersebut.

Kali ini saya menghargai keinginannya untuk bisa mandiri, walaupun nasinya banyak yang berjatuhan. Tangan, baju, dan celananya pun belepotan makanan.  Ini semua adalah proses yang harus dilewati hafidz. Janganlah kepanikan kita atas makanan yang berceceran dimana-mana mematikan rasa ingin tahu dan kemandiriannya. Saya disampingnya saat ia makan sendiri hanya bertugas membantu memotongkan lauk menjadi potongan kecil-kecil dan membersihkan makanan yang berjatuhan. Proses makan sendirinya ini tak sampai menghabiskan makanannya, karena ia keburu bosan dan mencari aktivitas lain. Sisanya tetap saya suapi ke hafidz daripada terbuang mubazir.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (5)

Kamis, 09 November 2017
0 comments


Mencari kegiatan yang bisa mendekatkan hafidz dan adiknya adalah salah satu PR saya untuk mengubah rasa cemburunya terhadap adiknya menjadi rasa sayang. Bermain ciluk ba antara saya, hafidz dan adiknya adalah yang kegiatan sementara ini kami lakukan untuk mendekatkan mereka. Saya juga sering membacakan cerita si koksi kakak yang baik agar hafidz juga bisa menjadi kakak yang baik kepada adiknya.

Melihat bouncer yang ternyata sudah bisa dipakai si adik dan balonnya hafidz saya spontan mengajak hafidz main balon bersama adiknya. Jadi balonnya hafidz diletakkan di kaki adiknya, kemudian ketika kakinya adiknya bergerak menendang salon saya berkata. "Eh, adek nendang balonnya kak hafidz, wah pinter. Minta tolong balonnya diambilin kak hafidz". Hafidz pun dengan senang hati mengambilkan balon tersebut dan meletakkannya di kaki adiknya.

Setelah selesai bermain balon, hafidz juga berusaha menghibur adiknya yang mulai lelah di atas bouncer dengan permainan ciluk ba. Alhamdulillah, mereka menikmati permainan sederhana tersebut.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (4)

Selasa, 07 November 2017
0 comments


Selama ini saya masih belum berani memandikan izzah (2 mo) di bak. Kemarin pas pulang ke semarang saya minta diajarkan memandikan izzah oleh Papah saya.

Sepulangnya di Surabaya langsung saya praktekkan cara memandikan izzah versi Papah. Namun, karena keterbatasan skill saya, saya membuat versi saya sendiri yang lebih mudah. Yaitu tangan kiri saya memegangi badan izzah sampai lengannya saya pegang kuat, tangan kanan membasuh dadanya. Kalau versi papah sampai pahanya yang dipegangi. Tapi ketika saya praktekkan kok susah. Jadi saya pegangi lengannya saja. Ketika papah membalik badannya izzah saya juga masih kesulitan mengikuti. Akhirnya saya ambil jalan pintas tangan kanan saya yang ganti memegangi dada sampai lengan izzah. Tangan kiri membasuh punggungnya.

Baru sebatas itu cerita kreativitas saya hari ini yaitu memodifikasi cara memandikan izzah. Yang penting tujuan akhirnya tercapai, yaitu saya bisa dan berani memandikan izzah di bak mandi jadi badan izzah menjadi lebih bersih daripada dimandikan di perlak.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (3)

Senin, 06 November 2017
0 comments


Perilaku yang tidak pada tempatnya dan membahayakan orang lain yang dilakukan oleh anak-anak, ternyata bisa dialihkan ke aktivitas yang simple tapi tetap bisa menguatkan bonding dengan kreativitas bunda.

Contohnya, hafidz sering memukul adik, bunda, ataupun ayah di kepala. Kami sudah berkali-kali mengingatkan bahwa perilaku tersebut tidak baik dan kami tidak suka terhadap perilaku tersebut. Namun, nasihat saya belum masuk ke otaknya hafidz. Sampai saya memiliki ide untuk membantu hafidz menyalurkan energinya hafidz  dan mengalihkannya dari kegiatan memukul kepala. Saya mengajak hafidz untuk toss setiap kali ia hendak memukul kepala. Hafidz pun merasa senang karena merasa bahwa ini adalah permainan baru yang bisa menguatkan bonding dengan kami orang tuanya. Semoga dengan ini hafidz tidak lagi memukul kepala orang-orang terdekatnya.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think creative, Bunda (2)

0 comments


Membersamai anak yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi itu cukup menantang. Kita harus bisa "Tarik ulur". Ketika ia sedang bersemangat mengeksplorasi kita harus memilah apakah kegiatan tersebut aman atau membahayakan keselamatan mereka.

Setelah berkontemplasi, saya menyadari bahwa selama ini kami lebih banyak protektif terhadap hafidz. Saya sendiri takut kalau terjadi sesuatu yang membahayakan ketika hafidz bereksplorasi, sehingga kami mematikan kreativitasnya tanpa kami sadari.

Tadi pagi di stasiun tawang ketika hendak naik kereta api menuju ke surabaya, hafidz menarik tangan saya mengajak saya berjalan. Sambil menggendong izzah adiknya, saya mengikuti kemauan hafidz. Ayahnya sempat mengingatkan "Duduk sini saja gak usah jalan-jalan". Tapi saya tetap mengikuti kemana hafidz menarik saya. Ia berjalan ke arah ujung kereta api bagian belakang. Saya tidak tahu apa yang diinginkan hafidz. Setelah sampai di ujung saya membujuknya untuk kembali ke tempat ayah. Akhirnya hafidz mengikuti kemauan saya. Setelah sampai ke tempat duduk ayahnya ternyata ia tidak mau berhenti. Ia terus berjalan hingga sampai ke ujung kereta api paling depan, yaitu lokomotif. Disitu ia menunjuk-nunjuk lokomotifnya.

Yaa Allah, ternyata hafidz mengajak saya untuk mencari lokomotif kereta apinya. Dia ingin tau wujud aslinya lokomotif. Selama ini ia hanya tau sekilas ketika kereta api lewat atau melalui mainan kereta apinya atau gambar lokomotif di bukunya. Saya memanfaatkan momen tersebut untuk menjelaskan kepada hafidz tentang lokomotif. Saya sempat membayangkan apabila saya tidak mau mengikuti kemana hafidz pergi dan memaksanya untuk duduk, pasti ia tidak akan melihat secara langsung dari dekat apa itu lokomotif.

Dari pengalaman ini saya belajar untuk memberikan ruang bagi hafidz untuk melihat hal-hal baru, untuk mengasah kreativitasnya, untuk memuaskan keingintahuannya. Selama tidak membahayakan, kenapa tidak. Sudah menjadi kewajiban bagi kami orang tuanya untuk membersamai perkembangan anak-anak kami. Mohon bimbinglah kami Yaa Rabb...

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »

Think Creative, Bunda (1)

Kamis, 02 November 2017
0 comments

Masa-masa sekarang ini adalah masa dimana hafidz butuh perhatian lebih. Penyebabnya adalah hadirnya adiknya dan penyapihan hafidz setelah kelahiran adiknya. Beberapa hari ini Hafidz juga sedang dalam proses toilet training. Ketika perhatian yang didapat dirasa kurang, ia melampiaskannya dengan cara usil kepada adiknya. Seperti, memukul kepala, menarik kaki, dll.

Setelah berdiskusi dengan suami tentang perilaku hafidz, suami meminta saya untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama hafidz ketika adiknya sedang tidur. Ini berarti saya harus punya banyak ide permainan bersama hafidz, padahal selama ini saya sering mati gaya kalau bermain bersama hafid. Akhirnya ia bosan dan mengajak tidur siang.

Permintaan suami ini ternyata sejalan dengan tantangan kelas bunda sayang kali ini yang "memaksa" kami emak-emak untuk berfikir kreatif dalam membersamai anak-anak.

Seharian ini saya bermain dengan hafidz dan berusaha larut dalam permainannya. Namun belum ada ide yang muncul. Permainan masih itu-itu saja. Saya mengikuti alur hafidz. Baru tadi sore ketika hafidz ingin melihat video pembuatan donat yang ada adegan menguleni adonan saya baru terpikir. Hafidz senang sekali memperagakan gerakan menguleni adonan. Bagaimana kalau saya buatkan playdoh saja ya. Playdoh itu nanti bisa dibuat bermacam-macam bentuk. Kalaupun hafidz hanya ingin menguleni adonan menggunakan playdoh pun bisa.

Saya coba googling resep playdoh homemade dan membaca bahan-bahan dan cara membuatnya. Alhamdulillah bahan-bahannya mudah didapat dan cara membuatnya juga mudah. InsyaaAllah besok bunda akan mencoba mengeksekusinya.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Baca selengkapnya »
 
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Clock

About Me

Foto saya
I am balancing person... Trying to keep all of things in my life balance.. Now I'm trying to make my life more useful to others by learning and sharing more, earning and giving more.

networkedblogs

© 2010 Keep Balancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls