Welcome to my blog temans.... Jangan lupa tinggalkan comment yaa...

Courtesy in Islam

Selasa, 25 Februari 2014
0 comments
Hiii... saya kembali lagi meramaikan blogku tercinta...

Kayanya sudah mulai ada sarang laba2 saking lamanya ga nulis *bersihin sarang labalaba*. It's been a hectic month from march until april, since my mom is sick. Semoga lekas sembuh maa... love u...

Oke, kali ini saya akan menulis tentang "Courtesy in Islam" atau dalam bahasa "Tata krama pergaulan dalam islam" . Ternyata sebelum ada sekolah kepribadian yang mengajari tentang bagaimana tata krama pergaulan yang baik, di dalam Al Qur'an sudah diajarkan loh... Allah SWT memang oke banget kan. Kita sebenernya sudah diberikan petunjuk, tinggal kita mempelajari dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Tata Krama dalam Islam bisa kita temukan di Surat Al Isra' ayat 23-38 *yang barusan aq baca dan maknai* :
1. Tata krama kepada Allah SWT Jadi sebelum bergaul dengan makhluk-Nya, kita mesti tahu bagaimana harus bersikap di hadapan Allah SWT.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Jelas ya maknanya, kita dilarang keras menyekutukan Allah SWT dengan apapun. Termasuk pada pengertian menyembah Tuhan selain Allah, ialah mempercayai adanya kekuatan lain yang dapat mempengaruhi jiwa dan raga, selain kekuatan yang datang dari Allah. Semua benda yang ada, yang kelihatan ataupun yang tidak, adalah makhluk Allah.

2. Tata krama kepada kedua orang tua (birrul walidain)
Setelah tahu dan mengerti bagaimana harus bersikap di hadapan Allah SWT, Allah SWT juga berfirman di QS Al Isra' ayat 23-24 untuk berbakti kepada orang tua.

“Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)

Kenapa ya perintah untuk berbuat baik kepada orang tua itu diletakkan Allah SWT setelah perintah untuk tidak menyekutukan Allah SWT?
Coba ya kita bayangkan, Siapa sih yang dengan susah payah melahirkan kita, mengasuh & mendidik kita dari bayi sampai sekarang, memeras keringat demi mencari nafkah untuk sekolah kita. Maka pantaslah apabila berbuat baik kepada kedua ibu-bapak itu, dijadikan sebagai kewajiban yang paling penting di antara kewajiban-kewajiban yang lain, dan diletakkan Allah dalam urutan kedua sesudah kewajiban manusia beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Bagaimana sih kita harus bersikap kepada kedua orang tua?

 - Tidak berkata “ah” atau membentak mereka. 
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka.” (QS. Al-Isra’: 23)

- Berkata yang Baik.
“Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

- Merendah terhadap Mereka.
 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS. Al-Isra’: 24)

- Mendoakan mereka.
“Dan ucapkanlah,”Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagai-mana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS. Al-Isra’: 24)


3. Tata krama kepada kerabat dekat, orang miskin & ibnu sabil.
Di dalam QS Al Isra' ayat 26, diatur juga bagaimana bersikap kepada kerabat dekat, orang miskin & ibnu sabil.

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” (QS. Al-Isra’: 26)

Hak yang harus ditunaikan itu ialah mempererat tali persaudaraan dan hubungan kasih sayang, mengunjungi rumahnya dan bersikap sopan santun, serta membantu meringankan penderitaan-penderitaan yang mereka alami. Kalau umpamanya ada di antara keluarga-keluarga yang dekat, ataupun orang-orang miskin dan orang-orang yang ada dalam perjalanan itu memerlukan biaya yang diperlukan untuk keperluan hidupnya maka hendaklah diberi bantuan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Orang-orang yang dalam perjalanan yang patut diringankan penderitaannya, ialah orang yang melakukan perjalanan karena tujuan-tujuan yang dibenarkan oleh agama. Orang yang demikian keadaannya perlu dibantu dan ditolong agar segera tercapai apa yang menjadi maksud dan tujuannya.

4. Larangan untuk bersikap boros dan pelit.

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” (QS. Al-Isra’: 26-28).

Tidak berlebihan dalam membelanjakan harta, berarti kita harus cermat dan penuh perhitungan dalam keuangan pribadi kita jangan sampai kita menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Udah dulu yaah ketikan-ketikan isengnyaa, lain kali disambung lagi yaah

Have a great day

NB:
Tulisan ini diedit lagi dari draft yang ditulis sekitar March-April 2012. :)
Baca selengkapnya »

Hiii, I am Sensingers \^.^/

Rabu, 19 Februari 2014
2 comments
Untuk pertama kalinya di tahun 2014 aku menulis di blog kuu... Horeeee *prok prok prok*

Sebagai titik awal kembalinya Nia di dunia per"blog"an, aku mau nulis sesuatu yang "easy writing". Kalo dalam dunia permusikan ada istilah "easy listening", boleh donk aku bikin istilah "easy writing". Aku pengen menulis tentang diriku. tentang mesin kecerdasanku, tentang keajaiban keajaiban yang aku pelajari mengenai ilmu STIFIn.

Yes, I'm Sensingers.

Kalau dalam STIFIn, ada 5 jenis mesin kecerdasan yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling,dan Insting. Nah, mesin kecerdasanku adalah Sensing Introvert. Belahan otak yang dominan pada mesin kecerdasan ini adalah belahan otak kiri bawah. Kata kuncinya adalah mengingat, otot, rajin, tergerak. Sesaat setelah mengetahui mesin kecerdasanku awalnya aku tidak percayaa, pasti tes nya salah nih karena aku mengira mesin kecerdasanku itu insting *kegeeran*. Apalagi ketika dijelasin bahwa sensing itu seharunsya ingatannya bagus. Itu bukan aku banget, karena aku suka ngeblank. Selalu ada acara bongkar-bongkar tas nyari kunci motor, atau kunci motor yang masih ketinggalan di motor, atau lupa tempat parkiran. heuu... track recordku soal ingat-mengingat memang agak buruk.   (-,-)

Kemudian Sensing itu seharusnya rajin, aktif, suka bergerak dan berkeringat. Kalau ini mah alhamdulillah aku memenuhi, saking aktifnya semua kegiatan mau dijalani. Sampe kadang bingung sendiri buat bagi waktu. Kalau mau nyari temen buat belanja, jalan-jalan, main-main dari pagi sampe malem ajaklah orang Sensing. Baterenya gak abis-abis. Dari pagi sampe mudah seharian aktivitas malemnya masih chattingan, tilawah, baca buku, dll dll. Paling sedih kalo lagi sakit, seakan terperangkap dalam penjara gak bisa kemana-mana, gak bisa aktivitas apapun, boseeeen.... Gak betaaah...Jangan sampe deh sakit.

Kemistrinya mengejar harta, gak enak banget ya kesannya. Sampe-sampe sering dibully temen-temen gara-gara ini. Kalau menurut pendapatku mengapa kita harus "mengejar harta". Harta itu hanyalah sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan hidup yang lebih mulia. Misalnya : menghajikan orang tua, umroh kapanpun kita mau, mendirikan rumah tahfidz, memberi pekerjaan bagi banyak orang, memiliki tempat tinggal yang "baiti jannati", dll dll. Ketika kita memiliki materi akan lebih mudah bagi kita untuk menolong sesama, membantu syiar islam, beribadah. That's the point. Selama kita diberi kesempatan untuk hidup di dunia, teruslah bekerja dan berkarya. Paling gak suka sama orang yang pengangguran dan gak mau usaha untuk merubah hidup dan orang yang meminta-minta. Kesannya males banget jadi orang.

Lanjuuut... Sensing itu cerewet, bawel, printilan. Yaa itu bener banget. sering terjebak di hal-hal kecil yang kadang gak gitu penting. Bawel banget kalo ada kerjaan yang belum beres yang menyangkut orang lain. Bisa-bisa setiap berapa menit sekali ngecek progressnya. Rempong yaa cyiiin...

Alhamdulillaah aku disatukan di dalam satu grup yang isinya orang-orang sensing semua... Di grup itu seolah-olah aku bercermin. Gimana enggak, setiap ada yang melempar pertanyaan jawabannya sama atau paling gak mirip-mirip lah. Dari grup tersebut aku belajar bagaimana memaksimalkan ke"Sensing"an ku, bagaimana cara agar menjadi lebih produktif, bagaimana menghadapi permasalahan hidup, bahkan memilih pasangan hidup *ehem*. Dalam grup tersebut aku juga mendapatkan sparring sesama sensing, yang mana sparring itu sangat penting bagi seorang sensing untuk belajar dan berumbuh. Berada di grup bersama teman-teman sensing ku adalah suatu keajaiban tersendiri buatku. Love them all :****

And the last but not least,
Aku sekarang bangga menjadi seorang sensing, karena sensing adalah seorang calon kaya dan sukses. Mungkin karena kerajinan dan keuletannya. Buktinya banyak tokoh-tokoh pengusaha yang adalah seorang sensing, seperti Bill Gates, Chairul Tanjung, Ippho Santosa, AA Gym, Mas Mono, dll dll. Semoga aku bisa mengikuti jejak mereka menjadi orang kaya dan sukses juga bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin Yaa Rabb...

Baca selengkapnya »
 
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Clock

About Me

Foto saya
I am balancing person... Trying to keep all of things in my life balance.. Now I'm trying to make my life more useful to others by learning and sharing more, earning and giving more.

networkedblogs

© 2010 Keep Balancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls