Welcome to my blog temans.... Jangan lupa tinggalkan comment yaa...

Surat Imaginer untuk Anakku

Kamis, 15 Mei 2014
1 comments
Assalamu'alaikum

Wahai anakku,
Bunda sayaaang sekali kepadamu, bahkan sejak ruh mu belum ditiupkan
Bunda ingin engkau kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah, nak...
Bunda mengundurkan diri dari tempat kerja bunda
Bunda ingin membesarkanmu dengan tangan bunda sendiri, bukan baby sitter
Bunda tak ingin engkau kehilangan kasih sayang dan perhatian Bunda

Wahai belahan jiwaku,
Bunda ingin engkau kelak menjadi anak yang pandai, nak...
Bunda belajar darimanapun untuk bisa mendidikmu
Bunda belajar dari buku, majalah, bahkan bertanya pada teman
Karena, anak yang pandai adalah hasil dari didikan seorang ibu yang pandai

Wahai matahariku,
Bunda ingin engkau kelak menjadi hafidz/hafidzah, nak...
Bunda mendekatkan diri dengan Al Qur'an
Membaca satu juz dan hafalan satu ayat setiap hari
Karena bunda yakin...
Anak yang hafal Al Qur'an pasti berada di keluarga yang dekat dengan Al Qur'an

Wahai permata hatiku,
Sabar yaa nak...
Sabarlah sayang...
Bunda sedang memilihkan ayah terbaik untukmu
Sosok yang bisa engkau jadikan panutan
Sosok yang bisa melindungi kita
Sosok yang kelak menuntun kita ke jannahNya

Doakan bunda yaa, nak..

Wassalamu'alaikum

Salam rindu

-Bunda-

Baca selengkapnya »

Al I'tiraaf

Sabtu, 10 Mei 2014
0 comments

Al I'tiraaf adalah karya seorang penyair yang bernama Abu Nawas. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Oleh masyarakat luas Abu Nawas dikenal terutama karena kecerdasan dan kecerdikan dalam melontarkan kata-kata, sehingga banyak lahir anekdot jenaka yang sarat dengan hikmah.

Mengapa Al I'tiraf ini begitu berkesan buatku???


Dulu pada waktu aku kecil, ayahku sering meninabobokan aku dengan lagu ini. Rasanya begitu tenang dan damai ketika ayah melantunkannya. Ketika aku dewasa, Al i'tiraaf ini baru aku mengerti artinya. Sebuah pengakuan seorang hamba dan permohonan taubat kepada Allah SWT. Ketika menyelami maknanya aku merasa masih banyak dosa yang aku lakukan, merasa tak pantas menjadi penghuni surga. Ketika didengarkan berulang-ulang efeknya berasa banget, air mata jatuh bercucuran tak tertahankan. Setelahnya ada perasaan lega, dan aku bisa tertidur pulas. Terapi ini aku lakukan ketika sedang mengalami depresi, insomnia, dan kegalauan. Al I'tiraaf ibarat tombol "reset"ku. 


Nah, berikut ini syair lengkapnya Al I'tiraaf 


ِإِلهِي لََسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاَ# وَلاَ أَقوى عَلَى النّارِ الجَحِيم
فهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذنوبِي # فَإنّكَ غَافِرُ الذنْبِ العَظِيْم
ذنوبِي مِثلُ أَعْدَادٍ الرّمَالِ # فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَاذَاالجَلاَل
وَعُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذنْبِي زَائِدٌ كَيفَ احْتِمَالِي
َإلهي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذنوبِ وَقَدْ دَعَاك
َفَإِنْ تَغْفِرْ فَأنْتَ لِذاك أَهْلٌ # فَإنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاك

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Baca selengkapnya »

Mama

Jumat, 09 Mei 2014
0 comments
Tulisan ini ditulis 8 Mei 2012 di atas kereta rajawali dalam perjalanan menuju Semarang

Mama...


Mama adalah sosok yang hebat. Beliau penyayang namun juga tegas. Selain menjalani peran sebagai ibu dan istri, Mama juga menjalani berbagai macam peran. Pelayan negara, ketua PKK, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Mama adalah orang pertama yang selalu aku beritahu setiap ada kabar baik atau buruk. Beliau pendengar yang baik. Mau mendengarkan semua keluh kesahku. Ketika aku sakit, orang yang pertama aku ingat adalah Mama. Mama juga koki yang handal bagi kami. Masakannya selalu aku rindukan. Mama pandai mengatur uang, tahu bagaimana caranya berhemat demi kelangsungan hidup kami sekeluarga.

Mama...
Masih banyak yang belum aku lakukan untuk membahagiakanmu
Masih banyak yang belum aku capai untuk membanggakanmu

Mama...
Aku belum menjadi seorang istri, apalagi ibu
Jangan tinggalkan aku Maa...
Lalu kepada siapa lagi aku belajar menjalani dua peranan itu bila tidak kepadamu...

Mama...
Aku ingin Mama bisa melihat cucu-cucu Mama tumbuh besar.
Seperti yang selama ini engkau harapkan
Aku juga ingin mereka meneladani sosokmu

Mama,
Aku berdoa yang terbaik untukmu
Aku ingin sekali memelukmu erat Ma...

Love you Mom



Baca selengkapnya »

Dua tahun yang lalu...

Kamis, 08 Mei 2014
2 comments
Dua tahun yang lalu...

8 Mei 2012

Pagi itu di Surabaya agak mendung, tidak secerah biasanya.
Tukang bubur langgananku masih ramai seperti pagi-pagi biasanya
Tak seperti biasanya pagi itu aku mengingat tanggal hari itu 8 Mei 2012.. ya 8 Mei 2012.
Ada apa di tanggal 8 Mei, apakah ultah salah seorang teman atau sahabat...
8 Mei seperti tanggal yang penting buatku, tapi aku belum mengerti itu apa.

Motor kupacu agak kencang mengingat banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di hari itu.
Aku harus datang lebih pagi, pikirku.
Sesampainya di kantor ku lahap bubur ayamku, namun tak sampai habis.
Tak seperti biasanya aku kehilangan selera makan.
Hari itu begitu aneh.

Ku raih invoice-invoice yang menumpuk di meja
Maklum awal bulan jadwal vendor mengirimkan invoice untuk diproses.
Kupercepat kerjaku, karena aku tak mau lembur hari itu.
Tiba-tiba ponsel ku bergetar, seperti ada panggilan masuk
Ku lihat layar ponselku, tertera nama "Papah" di layar
Pasti ada sesuatu yang penting ketika ayahku menelpon.

"Nia, bisakah kamu pulang sekarang nak? Mama collapse"
Hanya kalimat itu yang aku ingat
Setelah itu pikiranku begitu kacau
Pekerjaan yang menumpuk ini... Mama..

Ku beranikan diriku meminta izin ke atasan untuk cuti hari itu
Ada urusan keluarga yang darurat
Tak terasa air mataku mengalir saat menceritakannya
Akhirnya ku tinggalkan tumpukan pekerjaan dengan berat hati

Packing yang biasanya kulakukan dengan riang gembira
Kali ini berbeda, ditemani dengan linangan air mata
Ku ambil baju sekenanya
Ku lihat mushaf Al Qur'an, seketika itu aku membacanya
Surat Al Mulk...
Berharap Surat ini bisa menjadi penyelamat untuk Mama

Ponselku bergetar kembali, ayahku menelpon kembali
Pesan beliau hati-hati di jalan nak
Beliau khawatir, emosi mungkin mempengaruhi kontrol diri ku
Tenanglah ayah, aku mampu mengendalikan emosiku

Di stasiun, aku masih gundah karena tiket belum ditangan
Beberapa saat kemudian ada pengumuman gerbong kereta di tambah
Alhamdulillah semua terjadi atas izinMu Yaa Rabb

Di dalam kereta, ingin aku menuliskan sesuatu
Ku buka ponsel kuketikkan apa yang aku rasakan
Mama... begitulah judulnya

Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya air mataku menetes
Ku usap, namun basah kembali pipiku
Begitu seterusnya

Semarang menjadi kota perhentianku
Aku ingin cepat sampai di rumah
Ku pilih abang tukang ojek
Ku minta dia untuk menaikkan kecepatan
Aku harus sampai di rumah, sebelum semua terlambat

Ku lihat bendera kuning di gapura
Seketika itu lemas seluruh tubuhku
Ku berlari sekencang mungkin menuju pintu rumah
Banyak sekali orang berkumpul dirumah
Aku langsung dipeluk oleh kerabat-kerabat
Aku hanya ingin memeluk satu orang,
Mama....

Mama...
Wajah itu begitu tenang, teduh, dan damai
Senyumnya begitu indah
Namun, ketika ku sentuh wajah itu, kaku, dingin, tak bernyawa

Mama...
Hatiku seperti berlubang besar saat itu
Lubang yang teramat besar...
Kecewa, sedih, kehilangan, menjadi satu

Mama...
Salam rindu dari kami Ma...
Semoga engkau bahagia di sana
Aku di sini akan selalu mendoakanmu
Membuatmu tersenyum bangga di sana

Love you always Mama

-Nia-






Baca selengkapnya »

Think in the end of mind

Kamis, 13 Maret 2014
0 comments
Ada gak sih teman-teman yang merasa menjalani hidup mengalir saja tanpa punya tujuan. Sekadar mengikuti pola umum sebagian besar teman-temannya, menjalani apa yang sebagian besar orang jalani.

Sekolah-kuliah-kerja-berkeluarga-memiliki anak- dst

Sebagian besar orang yang mengenalku selalu mempertanyakan alasan mengapa aku resign dari sebuah Perusahaan Multinasional yang ternama dengan gaji yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mungkin mereka menganggapku bodoh atau nekad, tanpa pikir panjang karena ketika orang lain melihat dengan kagum apa yang dulu kujalani, kulepaskan begitu saja... I don't know...

Tenanglah kawan,
It's about your purpose of life
Think in the end of mind

Ketika kita melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan suatu pemikiran yang berbeda pula. Biasakan untuk "think in the end of mind". Mau jadi seperti apa kita di akhir hayat kita kelak. Mau dikenang seperti apa ketika kita sudah meninggal. Ketika kita berpikir "think in the end of mind" secara otomatis kita akan selalu mengingat what our purpose of life are.

So, what is your purpose of life Nia...

Suatu ketika aku tersadar sewaktu bergelut dengan tumpukan deadline. 
"Sebenarnya semua yang aku jalani ini buat apa sih?"
"Kenapa aku merasa tertekan dengan semua deadline kantor?"
"Sebenernya apa yang ingin aku capai dalam hidupku?"
"Apakah yang aku kerjakan sekarang ini mendekatkanku kepada impian-impianku?"

Ya, semestinya hidup memang harus punya tujuan yang jelas. Kalau hidup kita hanya mengalir tanpa punya tujuan yang jelas itu ibarat naik taxi tapi tidak tahu mau diantar kemana. Hanya berputar-putar dan menghabiskan bahan bakar.

My purpose of life is...

1. Menjadi supporter utama suami agar dia mencapai prestasi terbaik dalam hidupnya
2. Mendidik dan membesarkan anak-anak agar menjadi anak-anak yang sholeh, sholehah, dan penghafal Al 
Qur'an
3. Memiliki bisnis yang bisa menghidupi orang banyak dan menjadi sarana bagiku untuk berbagi

Ketika merumuskan purpose of life aku menyadari bahwa menjadi karyawan tidak sejalan dengan purpose of life ku dan aku tidak akan maksimal mencapai purpose of life ku tsb ketika masih menjadi karyawan, Sehingga jalan yang aku tempuh untuk mencapai purpose of life ku adalah dengan menjadi pengusaha. Aku bisa fleksibel mengatur waktu namun tetap bisa berkarya untuk bisa ikut menghidupi orang banyak

Jadi, apabila teman-teman sedang galau tentang apa yang akan dijalani, jalan mana yang akan ditempuh
"think in the end of mind", tentukan lah "purpose of life" mu. Mau jadi seperti apa nantinya. Kemudian bandingkan dengan keadaan saat ini, apakah keadaan kita saat ini sudah berada di jalur yang benar? 
Kalau belum, pikirkanlah kembali, dan segera take action

With love,

-nia-
Baca selengkapnya »

Courtesy in Islam

Selasa, 25 Februari 2014
0 comments
Hiii... saya kembali lagi meramaikan blogku tercinta...

Kayanya sudah mulai ada sarang laba2 saking lamanya ga nulis *bersihin sarang labalaba*. It's been a hectic month from march until april, since my mom is sick. Semoga lekas sembuh maa... love u...

Oke, kali ini saya akan menulis tentang "Courtesy in Islam" atau dalam bahasa "Tata krama pergaulan dalam islam" . Ternyata sebelum ada sekolah kepribadian yang mengajari tentang bagaimana tata krama pergaulan yang baik, di dalam Al Qur'an sudah diajarkan loh... Allah SWT memang oke banget kan. Kita sebenernya sudah diberikan petunjuk, tinggal kita mempelajari dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Tata Krama dalam Islam bisa kita temukan di Surat Al Isra' ayat 23-38 *yang barusan aq baca dan maknai* :
1. Tata krama kepada Allah SWT Jadi sebelum bergaul dengan makhluk-Nya, kita mesti tahu bagaimana harus bersikap di hadapan Allah SWT.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Jelas ya maknanya, kita dilarang keras menyekutukan Allah SWT dengan apapun. Termasuk pada pengertian menyembah Tuhan selain Allah, ialah mempercayai adanya kekuatan lain yang dapat mempengaruhi jiwa dan raga, selain kekuatan yang datang dari Allah. Semua benda yang ada, yang kelihatan ataupun yang tidak, adalah makhluk Allah.

2. Tata krama kepada kedua orang tua (birrul walidain)
Setelah tahu dan mengerti bagaimana harus bersikap di hadapan Allah SWT, Allah SWT juga berfirman di QS Al Isra' ayat 23-24 untuk berbakti kepada orang tua.

“Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)

Kenapa ya perintah untuk berbuat baik kepada orang tua itu diletakkan Allah SWT setelah perintah untuk tidak menyekutukan Allah SWT?
Coba ya kita bayangkan, Siapa sih yang dengan susah payah melahirkan kita, mengasuh & mendidik kita dari bayi sampai sekarang, memeras keringat demi mencari nafkah untuk sekolah kita. Maka pantaslah apabila berbuat baik kepada kedua ibu-bapak itu, dijadikan sebagai kewajiban yang paling penting di antara kewajiban-kewajiban yang lain, dan diletakkan Allah dalam urutan kedua sesudah kewajiban manusia beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Bagaimana sih kita harus bersikap kepada kedua orang tua?

 - Tidak berkata “ah” atau membentak mereka. 
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka.” (QS. Al-Isra’: 23)

- Berkata yang Baik.
“Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

- Merendah terhadap Mereka.
 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS. Al-Isra’: 24)

- Mendoakan mereka.
“Dan ucapkanlah,”Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagai-mana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS. Al-Isra’: 24)


3. Tata krama kepada kerabat dekat, orang miskin & ibnu sabil.
Di dalam QS Al Isra' ayat 26, diatur juga bagaimana bersikap kepada kerabat dekat, orang miskin & ibnu sabil.

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” (QS. Al-Isra’: 26)

Hak yang harus ditunaikan itu ialah mempererat tali persaudaraan dan hubungan kasih sayang, mengunjungi rumahnya dan bersikap sopan santun, serta membantu meringankan penderitaan-penderitaan yang mereka alami. Kalau umpamanya ada di antara keluarga-keluarga yang dekat, ataupun orang-orang miskin dan orang-orang yang ada dalam perjalanan itu memerlukan biaya yang diperlukan untuk keperluan hidupnya maka hendaklah diberi bantuan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Orang-orang yang dalam perjalanan yang patut diringankan penderitaannya, ialah orang yang melakukan perjalanan karena tujuan-tujuan yang dibenarkan oleh agama. Orang yang demikian keadaannya perlu dibantu dan ditolong agar segera tercapai apa yang menjadi maksud dan tujuannya.

4. Larangan untuk bersikap boros dan pelit.

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” (QS. Al-Isra’: 26-28).

Tidak berlebihan dalam membelanjakan harta, berarti kita harus cermat dan penuh perhitungan dalam keuangan pribadi kita jangan sampai kita menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Udah dulu yaah ketikan-ketikan isengnyaa, lain kali disambung lagi yaah

Have a great day

NB:
Tulisan ini diedit lagi dari draft yang ditulis sekitar March-April 2012. :)
Baca selengkapnya »

Hiii, I am Sensingers \^.^/

Rabu, 19 Februari 2014
2 comments
Untuk pertama kalinya di tahun 2014 aku menulis di blog kuu... Horeeee *prok prok prok*

Sebagai titik awal kembalinya Nia di dunia per"blog"an, aku mau nulis sesuatu yang "easy writing". Kalo dalam dunia permusikan ada istilah "easy listening", boleh donk aku bikin istilah "easy writing". Aku pengen menulis tentang diriku. tentang mesin kecerdasanku, tentang keajaiban keajaiban yang aku pelajari mengenai ilmu STIFIn.

Yes, I'm Sensingers.

Kalau dalam STIFIn, ada 5 jenis mesin kecerdasan yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling,dan Insting. Nah, mesin kecerdasanku adalah Sensing Introvert. Belahan otak yang dominan pada mesin kecerdasan ini adalah belahan otak kiri bawah. Kata kuncinya adalah mengingat, otot, rajin, tergerak. Sesaat setelah mengetahui mesin kecerdasanku awalnya aku tidak percayaa, pasti tes nya salah nih karena aku mengira mesin kecerdasanku itu insting *kegeeran*. Apalagi ketika dijelasin bahwa sensing itu seharunsya ingatannya bagus. Itu bukan aku banget, karena aku suka ngeblank. Selalu ada acara bongkar-bongkar tas nyari kunci motor, atau kunci motor yang masih ketinggalan di motor, atau lupa tempat parkiran. heuu... track recordku soal ingat-mengingat memang agak buruk.   (-,-)

Kemudian Sensing itu seharusnya rajin, aktif, suka bergerak dan berkeringat. Kalau ini mah alhamdulillah aku memenuhi, saking aktifnya semua kegiatan mau dijalani. Sampe kadang bingung sendiri buat bagi waktu. Kalau mau nyari temen buat belanja, jalan-jalan, main-main dari pagi sampe malem ajaklah orang Sensing. Baterenya gak abis-abis. Dari pagi sampe mudah seharian aktivitas malemnya masih chattingan, tilawah, baca buku, dll dll. Paling sedih kalo lagi sakit, seakan terperangkap dalam penjara gak bisa kemana-mana, gak bisa aktivitas apapun, boseeeen.... Gak betaaah...Jangan sampe deh sakit.

Kemistrinya mengejar harta, gak enak banget ya kesannya. Sampe-sampe sering dibully temen-temen gara-gara ini. Kalau menurut pendapatku mengapa kita harus "mengejar harta". Harta itu hanyalah sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan hidup yang lebih mulia. Misalnya : menghajikan orang tua, umroh kapanpun kita mau, mendirikan rumah tahfidz, memberi pekerjaan bagi banyak orang, memiliki tempat tinggal yang "baiti jannati", dll dll. Ketika kita memiliki materi akan lebih mudah bagi kita untuk menolong sesama, membantu syiar islam, beribadah. That's the point. Selama kita diberi kesempatan untuk hidup di dunia, teruslah bekerja dan berkarya. Paling gak suka sama orang yang pengangguran dan gak mau usaha untuk merubah hidup dan orang yang meminta-minta. Kesannya males banget jadi orang.

Lanjuuut... Sensing itu cerewet, bawel, printilan. Yaa itu bener banget. sering terjebak di hal-hal kecil yang kadang gak gitu penting. Bawel banget kalo ada kerjaan yang belum beres yang menyangkut orang lain. Bisa-bisa setiap berapa menit sekali ngecek progressnya. Rempong yaa cyiiin...

Alhamdulillaah aku disatukan di dalam satu grup yang isinya orang-orang sensing semua... Di grup itu seolah-olah aku bercermin. Gimana enggak, setiap ada yang melempar pertanyaan jawabannya sama atau paling gak mirip-mirip lah. Dari grup tersebut aku belajar bagaimana memaksimalkan ke"Sensing"an ku, bagaimana cara agar menjadi lebih produktif, bagaimana menghadapi permasalahan hidup, bahkan memilih pasangan hidup *ehem*. Dalam grup tersebut aku juga mendapatkan sparring sesama sensing, yang mana sparring itu sangat penting bagi seorang sensing untuk belajar dan berumbuh. Berada di grup bersama teman-teman sensing ku adalah suatu keajaiban tersendiri buatku. Love them all :****

And the last but not least,
Aku sekarang bangga menjadi seorang sensing, karena sensing adalah seorang calon kaya dan sukses. Mungkin karena kerajinan dan keuletannya. Buktinya banyak tokoh-tokoh pengusaha yang adalah seorang sensing, seperti Bill Gates, Chairul Tanjung, Ippho Santosa, AA Gym, Mas Mono, dll dll. Semoga aku bisa mengikuti jejak mereka menjadi orang kaya dan sukses juga bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin Yaa Rabb...

Baca selengkapnya »
 
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Clock

About Me

Foto saya
I am balancing person... Trying to keep all of things in my life balance.. Now I'm trying to make my life more useful to others by learning and sharing more, earning and giving more.

networkedblogs

© 2010 Keep Balancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls