Welcome to my blog temans.... Jangan lupa tinggalkan comment yaa...

Aliran Rasa Tantangan Membangkitan Fitrah Seksumealitas pada Anak

Sabtu, 27 Januari 2018
0 comments


Tantangan kali ini tidak seperti tantangan sebelumnya. Pada tantangan ini kami belajar untuk menajamkan intellectual curiosity kami, kami belajar bekerjasama dalam tim, kami belajar untuk mengajar. Kami juga jadi lebih mengenal teman-teman sekelas kami dan materi yang kami pelajari menjadi lebih merasuk ke dalam otak dengan cara mempresentasikannya. Masih banyak lagi hal yang kami pelajari dari tantangan kali ini.

Semoga dengan tantangan ini kami menjadi lebih siap untuk membersamai putra-putri kami dalam membangkitkan fitrah seksualitas mereka di jaman yang penuh tantangan ini.


Baca selengkapnya »

Review Presentasi Pendidikan Seks Sebagai Cara Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Minggu, 14 Januari 2018
0 comments


Pada presentasi kelompok 10 ini, lebih membahas bagaimana pendidikan seks yang tepat untuk anak dan bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anak seputar seks.

Pentingnya pendidikan seks sejak dini agar anak mengetahui jenis kelaminnya dan apa perannya sesuai dengan jenis kelaminnya.

Cara mengenalkan anatomi tubuh pada anak :
1. Dimulai dengan mengenalkan organ tubuh selain kelamin
2. Memberikan informasi mengapa ada bagian tubuh yang harus ditutup dan dijaga secara khusus
3. Memberikan informasi tidak langsung sekaligus tetapi berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan anak
4. Memberi informasi sambil mandi dan ajari cara merawat organ reproduksi
5. Memberikan informasi dengan santai dan bisa juga dengan bermain.

#Hari10
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Review Presentasi Fitrah Seksualitas di Usia Pre-Aqil Baligh

Sabtu, 13 Januari 2018
0 comments

Presentasi kali ini membahas bagaimana orang tua menyiapkan anak dalam prosesnya menjadi aqil baligh.

Cara mendidik Fitrah Seksualitas anak di usia 10-14 tahun :
1. Pembagian peran tugas. Ayah mengajari anak laki-lakinya dan ibu mengajari anak perempuannya tentang
fitrah seksualitas bagi remaja.
2. Siapkan rencana pembelajaran beserta alat bantu tentang pubertas pada remaja
3. Paparkan bagian-bagian reproduksi, bagaimana organ tersebut berproses hingga matang. Ayah menjelaskan tentang mimpi basah. Ibu menjelaskan tentang menstruasi.
4. Analogikan bahwa makhluk hidup lain juga berreproduksi. Ini akan melatih otak kirinya. Otak kanan akan matang pada saatnya.

Tips menyampaikan pendidikan seks pada anak :
1. Bicaralah pada saat kondisi rileks.
2. Ajak anak berdialog dengan teman-temannya dan kasus yang terjadi pada saat ini.
3. Tunjukkan bahwa anda terbuka untuk berdiskusi apapun dengannya.
4. Tetap tenang ketika anak melakukan hal yang di luar dugaan kita. Paling tidak positifnya ia sudah mau terbuka dengan kita.
5. Setiap akhir diskusi ucapkan kata-kata pujian bahwa kita bangga dengannya.

#Hari9
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Dalam Menghadapi Bahaya Pornografi

Jumat, 12 Januari 2018
0 comments


Pada kesempatan ini kelompok kami akan membahas secara khusus mengenai PORNOGRAFI sebagai salah satu tantangan yang dihadapi orang tua berkaitan dengan pendidikan seks pada anak.

*Bahaya Pornografi*
Menurut penelitian yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati di bulan Jan-Des tahun 2016, dengan mengambil responden anak SD kelas 4,5,6. 97 % anak pernah melihat pornografi. Media pornografi yang dilihat oleh anak dan remaja pun bermacam-macam. 17% berasal dari film bioskop/DVD, 16% dari video klip, 13% games. Sisanya dari komik, situs internet, sinetron & TV, iklan, HP, novel, maupun media cetak lainnya.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terbanyak mengunggah situs porno (media indonesia 4/3/2012). Berdasarkan data dinas kesehatan yang mengambil sampel kota banjarmasin. Terjadi peningkatan drastis kasus seks bebas di kalangan remaja kota Banjarmasin. Angka persalinan usia remaja melonjak 470% yang tadinya 50 menjadi 255 kasus. Kasus kehamilan tidak diinginkan naik 629% dari 35 menjadi 220 kasus. Tingginya kasus aborsi, tiap tahun 700.000 remaja melakukan aborsi. Kantor berita antara melaporkan 90% kasus perkosaan di indonesia disebabkan oleh pornografi.

Menurut data yang dipublikasikan KPAI, sejak tahun 2011-2014 jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online di indonesia mencapai 1012 anak. 25% pornografi anak online, 21% prostitusi anak online, 15% objek CD porno, 10% kekerasan seksual online.

Menurut Dokter Mark B Kestlemaan (pakar adiksi pornografi) pornografi lebih berbahaya pada anak dibanding narkoba. Karena pornografi bisa merusak 5 bagian otak, sedangkan narkoba hanya 3 bagian otak.

Menurut Elly Risman, Apabila otak diibaratkan mobil. Maka bagian depan mobil tersebut mengalami kerusakan parah akibat tabrakan. Otak bagian depan (Pre Frontal Cortex) berfungsi untuk merencanakan, mengemdalikan emosi, mengambil keputusan, berpikir kritis. PFC ini terus berkembang dan matang pada usia 25 tahun. PFC dapat rusak karena fungsinya tidak dilatih dan digunakan sebagaimana mestinya. Ketika melihat tontonan pornografi yang lebih berperan adalah sistem limbik. Sistem limbik memproduksi hormon yang menimbulkan rasa senang. Yang awalnya tidak sengaja, kemudian penasaran, akhirnya kecanduan karena rasa senang yang diproduksi hormon dalam sistem limbik.

*Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak untuk Menghadapi Bahaya Pornografi*

Merujuk pada pendidikan seks dalam islam (tarbiyah jinsiyah), untuk membangkitkan fitrah seksualitas dalam anak ada 15 konsep yang harus kita ajarkan kepada anak.

1. Menanamkan rasa malu pada anak
Sebagaimana Allah gambarkan dalam surat al a'raaf, ketika aurat adam dan hawa tersingkap, yang mereka lakukan pertama adalah mencari dedaunan untuk menutupi tubuh mereka yang tidak berpakaian. Reaksi adam yang serta merta, tanpa menunggu perintah Allah, refleks mencari dedaunan untuk menutupi tubuhnya juga memberi bukti bahwa Allah menjadikan rasa malu dimiliki manusia sebagai fitrah penciptaannya, melekat sebagai karakter dasar manusia semenjak ia dilahirkan.
Setelah penanaman rasa malu ini kemudian kita perkenalkan tentang konsep aurat dan membiasakan anak untuk menutup aurat sebagai persiapan anak menghadapi usia baligh.

2. Memisahkan tempat tidur anak di usia 10 tahun
Substansi perintah ini adalah bagian dari tarbiyah jinsiyah, bukan semata pada ranjangnya yang berbeda, namun juga pada nilai pengamanan dan penjagaan aurat mereka dari sentuhan/pandangan lawan jenisnya, sekalipun dari keluarganya sendiri.

3. Mendidik adab-adab meminta izin kepada orang tua.
Landasannya ->Q.S An Nuur 58-59
Membiasakan anak untuk meminta izin untuk masuk ke kamar orang tua pada fase sebelum baligh. Meminta izin dilakukan pada tiga keadaan :
1. Sebelum Shalat Fajar (Subuh)
2. Pada waktu zhuhur
3. Setelah shalat isya

Dalam aturan meminta izin pada tiga waktu ini terdapat pengajaran pokok-pokok etika keluarga kepada anak. Agar seorang anak tidak masuk secara tiba-tiba dan melihat kedua orang tuanya dalam kondisi yang tidak pantas untuk dilihat.

4. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminimitas pada perempuan
Berikan pakaian yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka terbiasa untuk berperilaku sesuai dengan fitrahnya. Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata: "Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki." (HR al-Bukhari). Hati-hati kaum LGBT  mulai melancarkan aksinya dengan menjual mainan dan pakaian yang bias sex.

5. Memperkenalkan konsep mahram sekaligus adab pergaulan antata mahram dan non mahram
Tidak  semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja  perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati. Dengan  memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diharapkan agar anak  mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan  mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

6. Mendidik anak agar selalu menundukkan pandangan/Ghawdul Bashar
Ajarkan etika memandang pada anak dan menundukkan pandangan pada non mahram (khususnya anak laki-laki). Jauhkan anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung  unsur pornografi dan pornoaksi.

7. Mengenalkan sanksi-sanksi perzinahan dalam islam
Ajarkan pada anak dosa besar yang dan konsekuensi logis akan ditanggung ketika berzina.

8. Mendidik agar tidak melakukan ikhtilath (campur baur/pergaulan bebas) di antara laki-laki dan perempuan.
Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam  ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran  laki-laki dan perempuan secara bebas.

9. Mendidik agar tidak melakukan khalwat (berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom).
Dinamakan  khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di  suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang  tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat. Sedangkan bila anak yang belum baligh melihat orang lain sedang berkhalwat, segera jelaskan mana yang baik dan buruk serta cuci otak dan hatinya ketika sampai di rumah.

10. Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj.
Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa  berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan  maksiat.

11. Mendidik konsep Thoharoh seperti menjaga kebersihan mulut, alat kelamin, cara wudhu, mandi dll.
Mengajari  anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentangnajis. Anak juga harus dibiasakan  untuk buang air pada tempatnya (toilet learning). Dengan cara ini akan terbentuk sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat. Sejak usia 2 th anak sudah bisa diajarkan pendidikan seks, yaitu ketika toilet learning. Saat itulah kita bisa sambil menjelaskan, ini alat kelamin perempuan tempat keluarnya pipis, adek harus jaga jangan sampai dilihat dan dipegang oleh orang lain kecuali bunda atau ayah.

12. Menjelaskan makna ihtilam dan haid secara bijaksana.
Ihtilâm  adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia baligh. Adapun  haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan  fisiologis dan psikologis semata. Jika telah terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang  berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

13. Menjelaskan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia. Lihat QS Al Hajj:5 tentang prosess kejadian manusia sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah.

14. Mengajarkan Puasa sunnah. dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat.

15. Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh di ajarkan kepada mereka yang benar-benar akan menikah.

*Solusi*
4 Langkah Preventif:
1.   Bangun hubungan dan komunikasi yang hangat dan nyaman dengan anak
2.  Ayah dan ibu ajak anak ngobrol untuk menjelaskan apa itu Pornografi, bahayanya dan  bagaimana menghindarinya dengan bermain peran
3.  Membuat dan menyepakati bersama aturan dan konsekuensi       penggunaan gadget yang aman bersama anak
4.  Mendampingi dan mengontrol penggunaan gadget anak dan       menerapkan konsekuensi

Bagaimana jika anak pernah terpapar pornografi?
-Tenang
-Jangan panik
-Bermusyawarah dengan pasangan
Ingatlah anak amanah Allah pada kita, mereka bisa jadi :permata hati, ujian dan musuh Takutlah pada Allah jika meninggalkan anak dalam keadaan lemah
-Terima kenyataan, maafkan, jangan marah, minta ampunkan

Jika anak terpapar pornografi
Mari berkomunikasi dengan anak
-Cari waktu yang tepat untuk mengajak anak berbicara 
-Turunkan frekuensi saat berbicara  -Baca bahasa tubuh, dengarkan perasaan, dan bicara dengan Benar, Baik, dan Menyenangkan kepada anak 
-Gunakan kalimat bertanya agar anak belajar Berpikir, Memilih, dan Mengambil Keputusan (BMM)

8 pertanyaan yang perlu ditanyakan pada anak yang terpapar pornografi
1. Kapan pertama kali kamu melihat pornografi?
2. Bagaimana kejadiannya?
3. Apa yang kamu rasakan?
4. Apa yang kamu lakukan setelah melihat itu?
5. Berapa lama kemudian kamu melihatnya lagi?
6. Kapan terakhir kali?
7. Sekarang apa yang kamu rasakan?
8. Apakah kamu merasa perlu bantuan Ayah/Ibu?

Cara menjelaskan bahaya pornografi pada anak
1. Jelaskan bahwa target para penyedia pornografi adalah anak laki-laki 
2. Jelaskan bahwa pornografi dapat merusak otak. Silahkan cek : bit.ly/BahayaPornografiPadaOtak  3. Tanyakan bagaimana pendapatnya. Amati cara anak Berpikir, Memilih dan Mengambil keputusan (BMM) 
4. Pahamkan hukum Agama (menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan :  QS. 24:30). Bagaimana dampaknya, serta konsekuesinya terhadap anak dan masa depannya.

Cara mendampingi anak
1. Ajarkan dan latih anak untuk melaporkan/block jika menemukan konten porno. Bisa melalui aduan konten kominfo yaitu di website aduankonten.id 
2. Susun bersama apa kegiatan pengganti, buat jadwal  & SEPAKATI Buat peraturan & sepakati: Penggunaan Gadget, Filterisasi Rumah 
3. Anak perlu pendampingan: kenali waktu rentan dan hindari anak dari stimulus  pornografi.

Sumber :
Tarbiyatul Aulad dalam Pandangan Islam, Dr Abdullah Nashih Ulwan

Panduan melindungi anak dari konten pornografi, Yayasan Kita dan Buah Hati

Channel Youtube : SEMAI ORG

https://catatan-maul.blogspot.co.id/2014/04/aurat-edukasi-seksual-keluarga-muslim.html?m=1

http://arsipmendidikanak.blogspot.co.id/2016/08/15-konsep-tarbiyah-jinsiyah-sex.html?m=1

http://www.parentingid.com/2015/05/pendidikan-seks-dalam-islam.html?m=1

https://m.eramuslim.com/berita/info-umat/elly-risman-your-family-is-under-attack-by-pornografi.htm

https://www.google.co.id/amp/s/mtaufiknt.wordpress.com/2012/03/16/konsep-islam-dalam-pemberantasan-pornografi/amp/

http://www.kpai.go.id/berita/kpai-ribuan-anak-indonesia-jadi-korban-pornografi-internet-2/


#Hari8

#Tantangan10hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Review Presentasi Menyusui Sebagai Tahap Awal Penguatan Fitrah Seksualitas

Kamis, 11 Januari 2018
0 comments
Presentasi kelompok 7 lebih membahas pendidikan seksual dari usia dini, yaitu dengan menyusui. Menyusui menjadi tahap awal pendidikan seksual pada anak. Mengapa pemberian ASI sebaiknya dilanjutkan sampai 2 tahun? Dalam pemberian ASI sang bayi merasakan adanya zat yang memberikan rizqi, melindungi, dan merawat dst. Selain itu pemberian ASI secara eksklusif, menghadirkan hati, perhatian, sentuhan, dan pandangan ketika menyusui adalah awal penguatan tauhid rububiyatullah

Pendidikan seksual umur 0-2th ketika menyusui :
1. Orang tua mulai menanamkan rasa malu dengan tidak mengumbar aurat bayi di sembarang tempat
2. Saat mengganti baju, mencebok, mengganti popok diusahakan di ruang tertutup
3. Ketika menyusui hanya bayi yang berhak berinteraksi dan melihat aurat ibu. Saat menyusui aurat ditutup agar kakak-kakaknya tidak ikut melihat.

#Hari7
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Baca selengkapnya »

Review Presentasi 7 Aktivitas Keluarga untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Rabu, 10 Januari 2018
0 comments

Pada presentasi kali ini, kelompok 6 banyak mengungkap fakta-fakta mengerikan mengenai penyimpangan seksual pada anak dan penyebab terjadinya penyimpangan-penyimpangan seksual. Dari kondisi tersebut akhirnya menghadirkan 7 aktivitas solusi dalam membangkitkan fitrah.
1. MengASIhi bersama Ayah dan Bunda
2. Kenalkan siapa dirinya laki-laki seperti ayahnya atau perempuan seperti bundanya
3. Dekatkan dengan rasa malu
4. Memberikan pakaian sesuai jenis kelamin
5. Bercerita dengan membacakan buku
6. Aku Bisa berkata TIDAK jika ada sentuhan yang TIDAK AMAN
7. Bermain bersama Ayah dan Bunda sesuai tingkat usia dan kebutuhan stimulasinya

#Hari6
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Review Presentasi Kelompok 5

Selasa, 09 Januari 2018
0 comments


Ada beberapa hal yang penting dalam presentasi ini yang bisa saya ambil dan aplikasikan yaitu salah satunya tips untuk menghentikan kecanduan gadget pada anak :
1. Batasi penggunaan gadget
2. Batasi jaringan internet
3. Sibukkan anak dengan beragam kegiatan
4. Diskusikan dengan anak mengapa kita membatasi penggunan gadget.

Pada sesi tanya jawab, saya juga ikut menyimak pertanyaan-pertanyaan yang kondisinya kurang lebih sama dengan kondisi keluarga kami.

Bagaimana jika anak laki-laki memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan "perempuan" seperti memasak, membersihkan rumah, atau kegiatan servicing lain. 😁

=> gak hanya tugas wanita... tapi itu adalah skill of life... kemampuan dan dorongan yang sebaiknya dimiliki oleh setiap manusia untuk menjaga dan merawat apa yang dia miliki... dimana di agama juga dikatakan kebersihan sebagian dari iman

Sejauh si anak tau peran dan siapa sejatinya dia (dia paham ia lelaki) maka tidak ada yang salah.. Toh yang menjadikan Konsep memasak, membersihkan rumah,dsb itu adalah kegiatan Perempuan adalah Konstruksi sosial itu sendiri...  Rasulullah saw pun menjahit dan membantu istrinya...  Namun ia tetap pemimpin yang sangat lelaki 😍

#Hari5
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Review Presentasi Mengoptimalkan Peran Ayah & Bunda dalam Fitrah Seksualitas Anak

Senin, 08 Januari 2018
0 comments


Pada presentasi kali ini kelompok 4 lebih menyoroti tentang peran ayah dan bunda dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak juga memberikan insight baru kepada kami bahwa telah terjadi fenomena father hunger. Fenomena ini penyebabnya adalah kurang/tidak terlibatnya sosok ayah dalam peran pengasuhan. Fenomena ini berdampak pada jiwa anak yang menjadi kerdil yang terjebak di dalam tubuh orang dewasa, degradasi psikis, dan munculnya generasi cabe-cabean dan alay.

Mengapa penting memunculkan peran ayah dan bunda dalam mengawal fitrah seksualitas anak? Karena sosok ayah yang sangat dibutuhkan dalam mendidik anak dan kehadiran ayah dan bunda mampu menghadirkan imaji pada anak dalam membedakan sosok laki-laki dan perempuan, sehingga mereka bisa menempatkan diri sesuai fitrah.

Mengapa peran ayah penting menurut agama? Karena seorang anak akan mengikuti nasab ayahnya. Nasab yaitu pertanggungjawaban. Sehingga ayahnya lah yang akan dimintai pertanggung-jawaban atas anaknya kelak di akhirat.

Bagaimana menghadirkan sosok ayah pada seseorang yang ayahnya sudah tidak adak dari kecil dan tidak memiliki kerabat laki-laki?
Sebaiknya ada pemeran pengganti dari keluarga atau komunitas. Karena anak membutuhkan sosok yang bisa hadir secara fisik.
Dicari pengganti dari orang mukmin yg sholih
Lini pertama keluarga dulu
Seperti cerita Rosul yg tidak memiliki Ayah sejak lahir,  akan tetapi ada memiliki role model dari Kakek dan Paman beliau dalam menumbuhkan fitrah seksualnya.

#Hari4
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Resume Tanggung Jawab Pendidikan Seks dalam buku Tarbiyatul Aulad karya Dr Abdullah Nashih Ulwan (1)

Minggu, 07 Januari 2018
0 comments


Fase Pertama/Tamyiz (7-10 th)
Pada fase ini anak diajari etika minta izin dan memandang

Fase Kedua/Remaja (10-14 th)
Pada fase ini anak-anak dijauhkan dari semua rangsangan seksual.

Fase Ketiga/Baligh (14-16 th)
Pada fase ini, anak-anak diajarkan etika hubungan seksual jika ia sudah siap untuk menikah.

Fase Keempat/Usia setelah baligh
Pada fase ini, anak-anak diajarkan etika menjaga kesucian apabila belum siap untuk menikah.

Etika meminta izin

Q.S An Nuur 58-59
Membiasakan anak untuk meminta izin kepada orang tuanya pada fase sebelum baligh. Meminta izin dilakukan pada tiga keadaan :
1. Sebelum Shalat Fajar (Subuh)
2. Pada waktu zhuhur
3. Setelah shalat isya

Dalam aturan meminta izin pada tiga waktu ini terdapat pengajaran pokok-pokok etika keluarga kepada anak. Agar seorang anak tidak masuk secara tiba-tiba dan melihat kedua orang tuanya dalam kondisi yang tidak pantas untuk dilihat.

Etika Memandang

Membiasakan anak mematuhi etika memandang sejak memasuki usia tamyiz agar mereka mengetahui mana yang halal dipandang, mana yang haram. Dengan demikian, ia mendapatkan bekal akhlak yang baik saat ia mencapai usia baligh dan taklif

1. Etika memandang muhrim
Setiap wanita yang diharamkan untuk dinikahi, maka perempuan ini muhrim baginya. Dan setiap laki-laki yang haram bagi wanita untuk dinikahi, laki-laki tersebut muhrim baginya.
*Muhrim karena garis keturunan
Q.S An Nisaa' : 23
Ibu, anak perempuan, saudara perempuan, saudara bapak yang perempuan & saudara ibu yang perempuan (tante), anak perempuan dari saudara laki-laki & anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan)
*Muhrim karena pernikahan
1. Istri ayah (ibu tiri) Q.S An Nisaa':22
2. Istri anak (menantu) Q.S An Nisaa':23
3. Ibu Istri (mertua) Q.S An Nisaa' :23
4. Anak istri (anak tiri) Q.S An Nisaa':23
* Muhrim karena susuan
Ibu susu, anak perempuan dari ibu susu, saudara perempuan ibu susu Q.S An Nisaa' :23

Seorang mahram laki-laki boleh memandang bagian-bagian tertentu mahram wanitanya, baik yang biasa nampak di depan umum maupun tidak. Seperti, kepala, rambut, leher, dada, telinga, tangan, telapak tangan, bawah lutut. Q.S An Nuur :31

Namun, islam tetap tidak memperkenankan untuk memandang mahram pada bagian-bagian yang biasa tertutup karena bisa menimbulkan syahwat. Sebagai tindakan preventif untuk menolak fitnah. Maka, haram bagi seorang mahram laki-laki melihat mahram wanitanya yang mengenakan pakaian pendek, hingga terlihat bagian atas lututnya atau mengenakan gaun tipis menerawang sehingga terlihat aurat yang tidak boleh dilihat. Begitupula seorang perempuan juga haram melihat aurat yang berada di antara pusar dan lutut mahram laki-lakinya.

#Hari3
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Review Presentasi Fitrah Seksualitas Kelompok 2

Sabtu, 06 Januari 2018
0 comments

Pada presentasi kelompok 2 kali ini alhamdulillah mendapat banyak insight dan tips baru bagi kami sebagai orang tua dalam mendampingi anak menumbuhkan fitrah seksualitas.

Poin-poin yang bisa saya ambil untuk diterapkan dalam pengasuhan anak-anak saya adalah sebagai berikut.

Fase fitrah seksualitas
1. Umur 0-2th adalah fase memberikan cinta. Anak harus dekat dengan ibunya melalui menyusui secara langsung.
2. Umur 3-6 adalah fase melatih kemandirian. Anak harus dekat dengan kedua orang tua,  perbanyak aktivitas bersama.
3. Umur 7-10 th adalah fase mencontoh peran ayah ibu. Dekatkan anak sesuai dengan gendernya.
4. Umur 11-14 th adalah fase menguatkan peran ayah ibu. Pada usia ini mulailah menukar kedekatan. Yaitu anak laki-laki dekatkan dengan bundanya, anak perempuan dekatkan pada ayahnya.

Tips untuk orang tua saat anak tidak nyaman bersama orang lain selain orang tua :
1. Tidak bicara dengan orang asing maupun menerima pemberian mereka.
2. Bagian tubuh yang tidak boleh dipegang orang lain adalah mulut, dada, dan kemaluan kecuali orang tuanya dan dokter.
3. Ajarkan anak untuk berani menolak saat diraba, dipangku,  dan dipaksa mengikuti kemauan seseorang. Bekali kemampuan self defense paling tidak melarikan diri atau berteriak menuju keramaian.
4. Orang tua berhak tau apapun yang terjadi pada anaknya. Ajarkan mereka untuk menceritakan apapun kepada orang tua
5. Ajarkan anak untuk tidak takut mengatakan hal yang sebenarnya kepada orang tua mereka.

#Hari2
#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »

Review Presentasi He & She are Different

Jumat, 05 Januari 2018
0 comments

Pada presentasi ini lebih membahas tentang pengenalan fitrah seksualitas dan tantangan fitrah seksualitas. Pentingnya mengenalkan pada anak jenis kelaminnya dan mengarahkan sesuatu berdasarkan jenis kelamin.

Yang saya tangkap dan bisa diaplikasikan untuk anak-anak saya hafidz (2yo) dan izzah (4mo) adalah
1. Menanamkan kebiasaan pada hafidz dan izzah tentang menutup aurat dan memberikan mereka pakaian yang menutup aurat sesuai dengan gendernya
2. Memperkenalkan perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan cara mengenalkan perbedaan suara laki-laki dan perempuan (umur 7 bulan),  melalui wajah ayah/ibu beserta panggilannya (umur 12 bulan), mengenalkan perbedaan permainan untuk laki-laki dan perempuan (umur 2 tahun).

#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Baca selengkapnya »
 
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Clock

About Me

Foto saya
I am balancing person... Trying to keep all of things in my life balance.. Now I'm trying to make my life more useful to others by learning and sharing more, earning and giving more.

networkedblogs

© 2010 Keep Balancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls