Welcome to my blog temans.... Jangan lupa tinggalkan comment yaa...
Tampilkan postingan dengan label melatih kemandirian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melatih kemandirian. Tampilkan semua postingan

Kejutan kecil yang menyentuh hati

Senin, 06 Maret 2017
0 comments

Beberapa hari ini hafidz alhamdulillah diberi kesempatan Allah untuk beristirahat sejenak karena kondisi badan yang menurun. Latihan kemandirian makan pun terpaksa bunda stop sejenak sampai hafidz bisa beraktivitas lagi seperti semula.

Dalam keadaan sakit, hafidz makan dan minum kembali dibantu oleh ayah dan bunda. Sesekali ia ingin minum sendiri atau menyendoki minumannya. Mungkin karena sudah terbiasa dan ia merasa mampu jadi ia memaksa untuk melakukannya.

Kemarin hafidz memberikan saya kejutan kecil yang membekas di hati saya, yaitu dia memaksa makan sendiri dalam kondisi yang masih belum begitu fit dan ia bisa menyendoki makanannya sendiri dan memasukkannya ke dalam mulut. Yaa Allah, nyess rasanya.  Perjuangan melatihnya makan sendiri dari umur 10 bulan akhirnya berbuah juga. Sayang sekali waktu itu bunda tidak bisa mendokumentasikannya.

Saat ini PR nya adalah mengistiqomahkan hafidz dalam hal makan sendiri, apapun kondisinya dan mensounding ke keluarga besar bahwa hafidz sudah bisa makan sendiri agar bisa meminimalisir bantuan yang bisa menyebabkan hafidz jadi tidak mandiri.

#hari5
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

#odopfor99days
#day19

Baca selengkapnya »

Saat Komitmen dan Kesabaran Diuji

Selasa, 28 Februari 2017
0 comments

Perjalanan dalam melatih anak untuk bisa makan sendiri tidak selalu mulus. Adakalanya saat komitmen dan kesabaran kita diuji.

Dua hari ini rupanya hafidz sedang menguji kesabaran bunda dalam hal makan. Sarapan adalah waktu yang paling tidak kondusif bagi hafidz untuk makan sendiri. Biasanya dia gampang sekali terpecah fokusnya di pagi hari. Makanannya sering tidak habis karena ingin cepat-cepat jalan-jalan ke luar atau mengantuk atau pup atau minta nenen, dan lain-lain. Kondisi ini membuat bunda berpikir ulang bagaimana mengkondisikan hafidz untuk bisa sarapan dengan tenang dan fokus.

Makan siang yang diharapkan bisa habis karena seharusnya hafidz lapar akibat sarapannya kurang maksimal pun berakhir dengan makanannya yang berantakan ia buat mainan. Dipindahkan antara piring satu ke piring lain. Kalau disuapi bunda malah dilepeh. Sabar... Sabar...

Makan malamnya pun 2 hari ini nasibnya sama. Apabila bunda tidak menyuapi hafidz maka sedikit sekali makanan yang masuk.

Saya sadar hafidz masih dalam masa suka bereksplorasi hal-hal baru dan mudah bosan. Namun, kendala-kendala ini harus ada jalan keluarnya agar proses belajar terus berjalan. Semoga saya bisa segera menemukan solusinya.

#hari4
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

#odopfor99days
#day18

Baca selengkapnya »

Mengenalkan Garpu pada Hafidz

Minggu, 26 Februari 2017
0 comments

Setelah melihat dan mengevaluasi bagaimana hafidz makan, ternyata hafidz agak kesusahan menggunakan sendok untuk menyendok lauk yang ukurannya lebih besar dari sendoknya. Akhirnya saya berinisiatif mengenalkan garpu pada hafidz dan mengajarkan cara penggunaannya.

Pada awalnya saya menggunakan telur dadar yang sudah dipotong-potong sebagai media mengenalkan garpu. Saya ajarkan penggunaan garpu dengan cara ditusuk pada telur dadarnya kemudian memasukkannya ke dalam mulut. Setelah saya ajarkan, hafidz bisa dengan cepat mencontohnya dan menghabiskan telur dadarnya. Alhamdulillah, good job boy...

Pada sore harinya saya coba mengajarkan penggunaan garpu pada media bihun goreng. Dia enjoy sekali memakan bihun gorengnya, walaupun tidak sampai habis tapi lebih baik daripada ketika ia menggunakan sendok atau tangan.

Pelajaran untuk saya kali ini adalah ketika anak belum berhasil dalam melakukan tantangan kemandiriannya, sebagai seorang ibu kita harus jeli. Barangkali alat yang kita berikan kurang tepat atau kita yang belum mengajarkannya. Teruslah mencoba sampai akhirnya berhasil. Yes, I can!

#hari3
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

#odopfor99days
#day17

Baca selengkapnya »

Kita Tidak Akan Pernah Tahu Apabila Kita Tidak Membiarkannya Untuk Mencoba

Sabtu, 25 Februari 2017
0 comments

Ya, membiarkan anak untuk mencoba apapun hasilnya menjadi salah satu tantangan bagi saya dalam melatih hafidz makan. Kemarin hafidz agak mengalami kemunduran dalam belajar makan. Ceritanya menu kemarin adalah soto ayam, bunda ragu apakah hafidz bisa makan soto ayam dan nasi, takut klo tumpah dan tercecer kemudian keseleg ayam, ditambah padatnya jadwal produksi dan kedatangan saudara ke rumah. Akhirnya kemarin bunda memutuskan untuk kembali menyuapi hafidz.

Yang masih konsisten dilakukan oleh hafidz sendiri adalah minum sendiri, makan roti sendiri dan makan buah sendiri.

Yang membuat saya tertampar adalah pada kejadian hari ini. Hari ini menu makannya hampir sama dengan kemarin yaitu soto daging dan telur ayam rebus. Pada awalnya saya hanya memberikan telur ayam rebus yang sudah dipotong-potong kepada hafidz. Soto daging dan nasi niatnya saya suapi. Namun, ketika Hafidz sudah bisa menghabiskan telur ayam dan meminta bagian yang saya suapi dia makan sendiri, ternyata dia bisa menyuapi dirinya sendiri dengan sendok.

Ya Allah, saya terharu....

Bagaimana apabila saya tidak mengizinkannya untuk menyuapi dirinya sendiri.

Pasti sampai saat ini saya tidak pernah tau apakah hafidz sudah bisa menyendok sendiri dan memasukkannya ke dalam mulut.

Ternyata, kuncinya adalah membuat tekstur nasi soto yang tidak terlalu cair, mirip tekstur bubur. Ketika teksturnya kental hafidz jadi mudah menyendoknya.

#Level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

#ODOPfor99days
#day16

Baca selengkapnya »

Melatih hafidz makan sendiri - hari pertama

Jumat, 24 Februari 2017
0 comments


Hafidz (13 mo) saat ini sedang semangat-semangatnya belajar makan. Terbukti setiap kali makan ia ingin bagiannya sendiri untuk dia makan sendiri, walaupun kadang masih belum bisa fokus menghabiskan makannya. Oleh karena itu, momen ini saya manfaatkan untuk penugasan kuliah bunda sayang iip, melatih kemandirian anak.

Pagi ini hafidz makan buah pepaya sendiri, namun tidak dia habiskan karena konsentrasinya terpecah. Bunda terburu-buru mengeluarkan menu sarapannya. Catatan untuk bunda agar tidak mengganggu konsentrasi hafidz ketika makan.

Menu sarapannya hafidz nasi, sayur asem, dadar jagung, dan ati ayam. Bunda menyediakan 3 tempat makan untuk hafidz. 1 untuk tempat sayur, 1 untuk tempat makanan kering agar hafidz mudah memakannya menggunakan tangan, 1 untuk tempat nasi. Nasinya dikepal bentuk bulat-bulat kecil agar hafidz mudah mengambilnya menggunakan tangan.

Ternyata hafidz lebih memilih menggunakan sendok. Dan tempat makan yang dia pilih adalah yang berisi sayur asem. Yang lain tidak ia sentuh. Awalnya hafidz hanya mengaduk-ngaduk sayur asemnya. Namun, setelah bunda memasukkan nasi dan lauk kering ke sayur asem, ia jadi mau menyendok dan memasukkannya ke mulut.

Proses menyendok dan memasukkan ke mulutnya ternyata tidak lama, karena setelah itu ia malah bermain memindahkan makanan dari satu tempat ke tempat yang lain. Akhirnya bunda menyingkirkan tempat nasi dan tempat lauk kering agar hafidz bisa fokus menyendok makanannya. Ternyata hafidz malah mendatangi bunda dan minta nenen. Jadi selesai lah sarapan hafidz pagi tadi.

Siang harinya bunda mengganti cara makannya hafidz. Menu makannya hafidz semur daging, nasi, kentang, tahu bakso, dan dadar jagung. Piring yang bunda berikan ke hafidz berisi dadar jagung, kentang, dan tahu bakso. Yang di bawa bunda nasi dan semur daging.

Karena pagi tadi makanan yang masuk tidak terlalu banyak, maka makan siang kali ini hafidz lumayan lahap memakan makanannya. Dadar jagung dan tahu baksonya ludes ia makan. Sambil sesekali bunda menyuapi nasi dan semur daging. Kentangnya tidak ia makan. Mungkin karena potongannya yang tidak ramah digenggam. Akhirnya kentangnya disuapin bunda dan habis. Yang tersisa hanya nasi & semur daging yang sudah berkurang separuhnya. Alhamdulillah. Makan siang kali ini lumayan lancar.

Makan malamnya menunya perpaduan nasi, sayur asem, dadar jagung, tahu bakso, bihun goreng. Bunda memberikan piring yang berisi bihun goreng kepada hafidz. Hafidz bersemangat makan bihun goreng, walaupun makanannya tercecer dimana-mana. Evaluasi bunda, bihun gorengnya seharusnya dipotong agak pendek agar memudahkan hafidz makan. Kalau terlalu panjang dia sering kali melepehnya. Makan malam kali ini dia tidak terlalu fokus karena mbah utinya sudah di rumah jadi ia bolak-balik jalan ke dapur. Tidak menyelesaikan makanannya. Akhirnya bunda menyuapi makanannya hafidz karena makan sendirinya sudah tidak kondusif lagi.

Evaluasi hari ini secara umum adalah sangat penting untuk menjaga fokus dan konsentrasinya hafidz saat makan agar ia bisa menyelesaikan makanannya. Semoga hari-hari selanjutnya bisa lebih baik dan hafidz akhirnya bisa makan sendiri. Aamiin Yaa Rabb.

#Level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

#ODOPfor99days
#day15

Baca selengkapnya »
 
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Clock

About Me

Foto saya
I am balancing person... Trying to keep all of things in my life balance.. Now I'm trying to make my life more useful to others by learning and sharing more, earning and giving more.

networkedblogs

© 2010 Keep Balancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde Sands • Ping • Lebanese Girls